Kapan Saatnya Kita Ajarkan Shalat ke Anak?

“Ah, biarlah nanti anak saya belajar shalat sama gurunya di sekolah,” kata seorang bapak ketika melihat anaknya belum bisa shalat. Umur anaknya sudah lebih dari tujuh tahun, tapi karena sibuk kerja akhirnya lalai mengajarkan shalat pada anaknya.

Barangkali hal demikian sering kita dengar di lingkungan sekitar kita. Betapa sering orang tua menganggap bahwa Guru adalah orang yang akan mengajarkan segalanya kepada anak-anaknya. Memang tugas guru adalah mengajar, tapi bukan berarti orangtua seenaknya menyerahkan tanggung jawab pendidikan sepenuhnya kepada guru.

Seharusnya ada pembagian tugas dalam hal mendidik seorang anak antara orangtua dengan guru. Ketika di sekolah, mungkin tanggung jawab itu sangat wajar jika diserahkan kepada guru. Namun, ketika di rumah, orangtua-lah yang bertanggungjawab pada pendidikan anak. Termasuk perkara shalat.

Sudah jelas sekali dalilnya dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Abu Dawud. Yaitu yang berbunyi: “Nabi Muhammad SAW bersabda, Ajarkanlah anakmu shalat pada saat berusia tujuh tahun, dan pukullah dia (jika melalaikannya) pada saat usianya sudah sepuluh tahun.” (HR. Turmudzi dan Abu Dawud).

Sumber: republika.co.id

Ada beberapa poin yang patut kita catat dari hadits tersebut, antara lain:

Pertama, perintah mengajarkan shalat pada anak ditujukan untuk orangtua.

Kedua, seorang anak harus mulai diajari shalat saat usia tujuh tahun.

Ketiga, orangtua bertanggung jawab mengingatkan anak agar selalu menjalankan shalat.

Keempat, ketika seorang anak sudah berusia sepuluh tahun, harus diberi teguran ketika lalai menjalankan shalat.

Nah, sudah jelas ya kira-kira sebesar apa tanggung jawab orangtua dalam hal mengajarkan shalat pada anak?

Akan sangat keliru jika sebagai orangtua, kita menyerahkan sepenuhnya persoalan pendidikan anak kepada guru. Terutama pendidikan yang tidak selalu didapatkan di sekolah. Seperti pelajaran agama atau yang lainnya.

Memang di beberapa sekolah ada pelajaran pendidikan agama islam. Dalam pelajaran tersebut pastinya juga diajarkan tentang shalat. Tetapi apa kita yakin anak kita mampu menyerap pelajaran dengan baik mengingat keterbatasan waktu belajar siswa di sekolah.

Untuk membuat anak kita benar-benar paham tentang shalat dan menjaga shalatnya, maka sebagai orangtua harus siap turun tangan. Mengajarkan seara langsung bagaimana menjalankan shalat yang  sesuai dengan syariat islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *