Inilah Tujuan Mendidik Anak Dalam Islam

Memiliki predikat ayah atau ibu itu otomatis. Anda pasti tahu, setiap wanita yang telah melahirkan seorang anak maka, pastilah telah mendapatkan predikat seorang ibu. Bahkan tanpa mengikuti ujian maupun membutuhkan surat keterangan izin menjadi ibu. Begitu juga seorang laki-laki, yang telah memiliki seorang anak, ia akan otomatis mendapatkan gelar ayah. Akan tetapi, untuk menjadi orang tua yang hebat dan baik di mata Allah dan Rasulullah tidaklah semudah yang kita bayangkan. Itu semua membutuhkan ilmu, do’a, usaha, dan juga effort yang tinggi. Karena tujuan mendidik anak dalam islam yang telah di ajarkan oleh Nabi Muhammad Saw adalah agar menjadi pemimpin dunia dan selalu menjadi seorang hamba yang taat, tunduk, dan patuh Kepada-NYA.

Bagi Anda yang sudah maupun yang akan menjadi seorang ayah dan ibu, mendidik anak adalah suatu kewajiban yang telah dibebankan oleh Allah kepada para orang tua. Allah tidak akan membebani atau memberikan ujian kepada seorang hamba, kecuali karena hanya hamba itulah yang mampu menyelesaikannya.

Tujuan Mendidik Anak Dalam Islam yang telah diajarkan oleh Nabi Saw adalah sebagai berikut:

Agar menjadi seorang hamba yang selalu taat, tunduk, dan patuh kepada Allah

Ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan seorang hamba kepada Allah akan mengantarkannya pada keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sebab, seorang hamba dalam menjalankan kehidupannya selalu mengikuti arahan yang sesuai terhadap perintah Allah dan yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Tepatnya, perilaku hidupnya senantiasa ada dibawah petunjuk Allah (di jalan yang benar.)

Agar hamba tersebut mampu menjadi pemimpin dunia

Pemimpin yang dimaksudkan juga bisa berarti mereka yang mampu mengurus hidupnya sendiri dan dapat menyelesaikan setiap masalah sebesar apapun itu. Pemimpin dapat bertanggung jawab dengan baik terhadap dirinya. Kemudian, dia mampu memberikan solusi atas masalah yang terjadi di kepemimpinannya dan dapat membimbing rakyatnya untuk menjadi lebih baik di mata Allah.

Anak bukanlah milik ayahnya ataupun ibunya. Tetapi, Allah menitipkan anak kepada kedua orang tua agar kelak dapat menjadi manusia yang berguna bagi Bangsa, Negara, dan yang paling terpenting adalah dapat bermanfaat bagi Agama Islam. Maka, pegang teguh dua tujuan mendidik anak dalam islam yang telah ditentukan kan oleh Allah Swt tersebut. Kelak titipan Allah itu akan dimintanya kembali. Ketika di yaumil akhir, kita sebagai orang tua akan berada di hadapan-NYA dengan merasa takut dan terhina karena telah menyia-nyiakan amanah yang dititipkan-NYA. Atau kita akan mengajukan jawaban dengan tersenyum bangga atas keberhasilan kita yang telah mendidik seorang buah hati sesuai dengan apa yang telah Allah tetapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *