Bunda, Ayo Ajari Anak Adab Saat Makan

Makan adalah kegiatan favorit, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Ketika makan, anak bisa bahagia karena bisa duduk dekat dengan ibunya. Namun, apakah kita sudah benar-benar mengajari adab saat makan pada anak? Ini caranya.

1. Berdoa Sebelum Makan

Doa pertama yang wajib dihafal anak adalah doa mau makan, agar makanannya selalu berkah. Bagi balita, menghafal doa itu pertama-tama memang sulit. Namun, kita tak boleh menyerah. Saat akan makan, bacakan doanya keras-keras. Di sore atau malam hari, ulangi bacaan doa itu walau tidak akan makan. Lama-lama dia akan hafal dengan sendirinya.

2. Makan dengan Tangan Kanan

Cara mengajari adab saat makan selanjutnya adalah membiasakan menggunakan tangan kanan. Pada makanan maupun minuman, bukan hanya nasi. Jadi, saat anak makan kue atau memegang gelas dengan tangan kiri, segera pindahkan ke tangan kanan. Ajarkan beda penggunaan tangan kanan dan kiri. Hal ini sangat penting karena kebiasaan akan dilakukan sampai tua, jangan sampai sudah kakek-nenek tapi makan kerupuk dengan tangan kiri.

3. Tidak Mencela Makanan

Adab yang paling utama selain membaca doa adalah tidak mencela makanan. Jika memang lauk tidak disukai anak, maka alihkan perhatiannya dan jangan ikut-ikutan mencela. Ceritakan kisah Nabi Muhammad yang tetap minum air meski Aisyah salah memberinya garam, bukan gula.

4. Tidak Membuang Makanan 

Seringkah anak membuang sisa makanan? Untuk mencegahnya, usahakan untuk mengambilkan nasi sedikit saja. Jika masih kurang, maka ambilkan lagi. Ketika anak tidak menghabiskan makanan, maka ceritakan kisah Nabi yang sering menahan lapar dengan menempelkan batu ke perut. Jadi, makanan harus disyukuri dan tidak boleh disia-siakan.

Mengajari adab saat makan memang tidak bisa hanya sehari dua hari langsung lancar. kita harus sabar dan telaten untuk mendidik anak agar tahu cara makan yang baik, sesuai dengan ajaran Islam. Sebagai orang tua, kita juga wajib memberi contoh adab makan yang baik. Jadi, anak akan menirunya dan tidak mengecap kita hanya menasehati tanpa praktik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *