Berikut Tahapan Pengasuhan Anak Dalam Islam

Anak sebagai anugerah dari Alloh SWT harus kita syukuri, Ia melengkapi kebahagiaan di tengah keluarga. Tidak sedikit pula keluarga yang sudah menikah namun belum dikaruniai anak, saat itulah kita mesti benar-benar bersyukur. Salah satu bentuk syukur orang tua yakni dengan cara mengasuh, menyayangi, mendidik dan memberikan kehidupan yang layak bagi anak.

Tahapan pengasuhan anak dalam islam dibagi menurut rentang umur anak, yakni sebagai berikut:

Umur anak 0-6 tahun

Rosululloh membimbing kita untuk memanjakan, mengasihi dan menyayangi anak tanpa batas. Bersikap adillah dalam memberikan kasih sayang kepada semua anak. Pada rentang umur 0-6 tahun, orang tua harus memberikan kasih sayang yang maksimal.

Umur 7-14 tahun

Pengasuhan anak dalam islam, khususnya pada tahapan umur 7-14 tahun memiliki cara tersendiri. Mulai tanamkan nilai disiplin dan tanggungjawab kepada anak-anak. Ini merupakan waktu yang tepat bagi orang tua membangun kepribadian dan akhlaknya.

Umur 15-21 tahun

Umur yang terbilang remaja ini biasanya ditandai dengan sikap memberontak. Maka posisi orang tua sebisa mungkin layaknya teman atau sahabat bagi anak-anak. Sering-seringlah berkomunikasi dengan mereka, jadilah pendengar yang baik bagi mereka.

Gunakan pendekatan ketika anak melakukan kesalahan. Jika orang tua memarahi anaknya, umur remaja ini cenderung akan pergi dan keluar rumah mencari kesenangan lain. Jelas ini tidak baik bagi si Anak.

Umur 21 tahun ke atas

Orang tua harus memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada anak, memberikan kebebasan dalam mengambil keputusan. Pengasuhan anak dalam islam pada tahapan umur 21 tahun ke atas memberikan dasarnya bahwa orang tua hanya memantau, menasehati dan selalu berdo’a agar keputusan yang diambil anaknya adalah benar.

Dengan menasehati dalam kebaikan, anak akan merasa bahwa mereka masih diperhatikan oleh orang tuanya. Hal tersebut mampu membentuk tingkah laku dan mental yang baik.

Pengasuhan anak dalam islam melalui berbagai tahapan umur di atas bisa diterapkan di Rumah. Jangan lupa untuk terus mencari ilmu dan mengembangkan berbagai pelajaran dalam mendidik anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *